Assalamualaikum
ukhti semuaaa :)
SHOLAT DHUHA
^_^
Ibadah yang
penting untuk dijalankan adalah shalat. Shalat merupakan tiang agama, artinya
bila ibadah shalat seseorang hamba itu baik maka baiklah amal-amal ibadah
lainnya. Bahkan, karena pentingnya shalat bagi hamba maka perintah tersebut
langsung diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad Saw. tanpa melalui
perantara malaikat Jibril, seperti perintah ibadah lainnya. Perintah shalat
diturunkan pada saat isra’ dan mi’raj.
Shalat
terbagi menjadi dua macam, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib
adalah shalat yang wajib dikerjakan oleh hamba yang muslim baik laki-laki
maupun perempuan, telah mencapai usia baligh, dan berakal. Karena sifatnya
wajib mka meninggalkannya berarti dosa. Shalat yang hukumnya wajib adalah
shalat lima waktu; shalat Subuh, shlat Zhuhur, shalat Ashar, shalat Maghrib,
dan shalat Isya’. Adapun shalat sunnah adalah shalat yang apabila mengerjaknnya
akan mendapat pahala, tetapi apabila tidak mengerjakannya tidak apa-apa.
Meskipun disyariatkan untuk dikerjakan, shalat sunnah tidak diwajibkan sebagai
ibadah yang harus dikerjakan oleh hamba-Nya. Contoh shalat sunnah adalah shalat
Dhuha, shalat Tahajud, shalat sunnah Qobliyah, shalat sunnah Ba’diyah, shalat
sunnah Tasbih, shalat Witir, shalat Hajat, shalat Istikharah, dan lain-lain.
Karena
hukumnya yang sunnah, tentu masing-masing dari shalat sunnah itu tentu
terkandung hikmah, keistimewaan dan faedah bagi orang yang mau mengerjakannya,
di samping balasan mendapat pahala. Orang yang gemar melaksanakan shalat sunnah
semasa hidupnya tentu akan mendapat keistimewaan dan kenikmatan dari Allah SWT
baik di dunia semasa hidup maupun di akhirat ketika hari pembalasan. Nah
sekarang akan aku bahas salah satu shalat sunnat yang disunnahkan untuk
dikerjakan bila ingin dimudahkan dalam urusan rezeki, yaitu shalat Dhuha.
Banyak pembahasan yang telah dilakukan oleh ulama-ulama terkait pentingnya
shalat Dhuha ini dalam hal rezeki.
Allah SWT
berfirman: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia
memberikan kecukupan.” (QS. Ad-Dhuha[93]:8)
Salah satu
ayat dalam surat Ad-Dhuha di atas yang menjadi bacaan ketika shalat Dhuha
menunjukkan bahwa Allah SWT lah yang memberikan kita kecukupan pada saat-saat
kita kekurangan. Karena itu, kita pun meminta pertolongan kepada-Nya dalam
masalah rezeki, kalau bukan kepada Allah SWT. Maka kepada siapa kita meminta
pertolongan. Salah satu cara terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT
adalah dengan shalat. Dan shalat yang diajarkan untuk meminta pertolongan
urusan rezeki adalah shalat dhuha.
Allah SWT
memerintahkan kepada kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong.
Di saat kita mengalami kesusahan dalam hal rezeki kita bersabar karena pasti
pertolongan akan datang kepada kita, shalat menjadi pendorong cepat datangnya
bantuan pertolongan itu karena shalat juga berarti doa. Perintah tersebut
terdapat dalam firman Allah SWT.: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]:153)
Keutamaan
Shalat Dhuha
Shalat Dhuha
merupakan ibadah yang penting setelah ibadah wajib bagi umat muslim. Bukan
hanya karena shalat Dhuha ada kaitannya dengan rezeki seseorang, tetapi shalat
Dhuha memiliki berbagai keutamaan dan sebagai bentuk kecintaan serta
penghambaan diri kepada Allah SWT di antara keutamaan-keutamaan shalat Dhuha
adalah:
a. Sebagai bentuk sedekahnya tubuh.
Dalam sebuah
hadits disebutkan bahwasanya dari Abi Dzar, dari Rasulullah Saw bersabda: “Pada
pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah.
Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menganjurkan kebaikan serta
mencegah kemungkaran itu adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang
dilaksanakan di waktu Dhuha.” (HR.Muslim, Abu Dawud, dan riwayat Bukhari dari
Abi Hurairah).
b. Akan dibangunkan istana di surga oleh Allah SWT
bagi yang mengerjakannya.
Janji Allah SWT
tersebut terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw.: “Dari Anas bin Malik Ra.
Bahwasanya Rasulullah Saw berdsabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha
sebanyak 12 (dua belas) rakaat maka Allah SWT akan membangunkan untuknya istana
di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
c. Mendatangkan rezeki dan menolak
kefakiran.
Salah satu
keutamaan shalat Dhuha yang diketahui oleh banyak orang adalah shalat Dhuha
erat kaitannya dengan masalah rezeki. Orang yang gemar dan rajin menjalankannya
akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT dalam urusan rezekinya. Sebagaimana sabda
Rasulullah Saw: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak
kefakiran. Dan, tidak akan ada yang memelihara shalat Dhuha melainkan
orang-orang yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
d. Shalat Dhuha merupakan ibadah yang
diwasyiatkan Rasulullah Saw.
Sebagaimana
hadis yang berisi wasiat Rasulullah Saw kepada Abi Hurairah Ra: “Dari Abi
Hurairah Ra, beliau berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw) mewasiatkan kepadaku
tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat
Witir sebelum tidur.” (HR.Bukhari dan Muslim).
e. Mendapat jaminan terpenuhinya kebutuhan
di sore hari.
Orang yang
gemar melakukan shalat Dhuha di pagi harinya maka Allah SWT akan menjamin
baginya terpenuhi kebutuhannya hingga sore hari, sebagaimana disebutkan dalam
hadis Rasulullah Saw; “Dari Uqbah bin Amir al-Jubani Ra, bahwasanya Rasulullah
Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, laksanakan
untuk-Ku empat rakaat sebelum siang, Aku akan penuhi kebutuhanmu dengan shalat
tersebut di akhir harimu.” (HR. Ahmad).
f. Orang yang mengerjakan shalat
Dhuha bagaikan orang yang mendapat banyak harta rampasan perang.
“Dari Abi
Hurairah Ra, beliau berkata: Rasulullah Saw mengutus sekelompok utusan perang,
kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan cepat pulang.
Kemudian ada yang berkata: Wahai Rasulullah Saw kami tidak pernah melihat
kelompok yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ganimah dibandingkan
utusan ini. Kemudian beliau menjawab; ‘Maukah aku kabarkan keadaan yang lebih
cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu
seseorang berwudhu di rumahnya dan menyempurnakan wudunya kemudian pergi ke
masjid dan melakukan shalat Subuh kemudian diakhiri dengan shalat Dhuha. Maka
orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak
rampasan perangnya.” (HR. abu Ya’la dan Ibnu Hibban).
g. Mendapat pahala seperti orang umrah.
Orang yang
membiasakan diri mengerjakan shlat Dhuha akan mendapat balasan dari Allah SWT
berupa pahala sebagaimana pahlanya orang yang berumrah. Sebagaimana dalam sabda
Rasulullah Saw: “Dari Abu Umamah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk shalat berjamaah dalam keadaan
telah bersuci, maka pahalanya seperti pahala jamaah haji yang sedang ihram. Dan
barang siapa yang beranjak untuk melakukan shalat Dhuha, tidak ada yang
menyebabkan dia keluar (dari rumahnya) kecuali untuk shalat Dhuha, maka
pahalanya seperti pahala orang yang umrah. Dan sholat setelah melaksanakan
shalat yang di antara kedua shalat tersebut tidak membicarakan masalah dunia
adalah amalan yang dicatat illiyyin (tempat catatan amal kebaikan). (HR. Abu
Daud).
h. Shalat dhuha merupakan shalatnya para awwabin.
Awwabin
merupakan sebutan bagi orang yang kembali, artinya mereka suka kembali kepada
Allah SWT. Mereka kembali kepada Allah SWT melalui shalat, taubat, ibadah,
ikhlas, dan meninggalkan hawa nafsu. Shalat Dhuha merupakan shalat yang biasa
dikerjakan oleh para awwabin ini.
“Dari Abi
Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersbda; “Tidak ada yang menjaga shalat
Dhuha kecuali para awwabiin’. Beliau berkata: ‘Shalat Dhuha adalah shalatnya
para awwabiin.” (HR. ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).
i. Mendapat kemuliaan masuk
surga melalui pintu Dhuha.
Dalam sebuah
hadits Qudsi disebutkan; “Sesungguhnya di dalam surge ada pintu yang dinamakan
pintu Dhuha. Maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah SWT.),
di manakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas-Ku dengan sembahyang
Dhuha? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam surge dengan rahmat Allah
SWT.” (HR. Thabrani dan Abu Hurairah).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar