Sabtu, 10 September 2016

SPECIALTY OF DHUHA ^^


Assalamualaikum ukhti semuaaa :)



SHOLAT DHUHA ^_^

Ibadah yang penting untuk dijalankan adalah shalat. Shalat merupakan tiang agama, artinya bila ibadah shalat seseorang hamba itu baik maka baiklah amal-amal ibadah lainnya. Bahkan, karena pentingnya shalat bagi hamba maka perintah tersebut langsung diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad Saw. tanpa melalui perantara malaikat Jibril, seperti perintah ibadah lainnya. Perintah shalat diturunkan pada saat isra’ dan mi’raj.

Shalat terbagi menjadi dua macam, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib adalah shalat yang wajib dikerjakan oleh hamba yang muslim baik laki-laki maupun perempuan, telah mencapai usia baligh, dan berakal. Karena sifatnya wajib mka meninggalkannya berarti dosa. Shalat yang hukumnya wajib adalah shalat lima waktu; shalat Subuh, shlat Zhuhur, shalat Ashar, shalat Maghrib, dan shalat Isya’. Adapun shalat sunnah adalah shalat yang apabila mengerjaknnya akan mendapat pahala, tetapi apabila tidak mengerjakannya tidak apa-apa. Meskipun disyariatkan untuk dikerjakan, shalat sunnah tidak diwajibkan sebagai ibadah yang harus dikerjakan oleh hamba-Nya. Contoh shalat sunnah adalah shalat Dhuha, shalat Tahajud, shalat sunnah Qobliyah, shalat sunnah Ba’diyah, shalat sunnah Tasbih, shalat Witir, shalat Hajat, shalat Istikharah, dan lain-lain.

Karena hukumnya yang sunnah, tentu masing-masing dari shalat sunnah itu tentu terkandung hikmah, keistimewaan dan faedah bagi orang yang mau mengerjakannya, di samping balasan mendapat pahala. Orang yang gemar melaksanakan shalat sunnah semasa hidupnya tentu akan mendapat keistimewaan dan kenikmatan dari Allah SWT baik di dunia semasa hidup maupun di akhirat ketika hari pembalasan. Nah sekarang akan aku bahas salah satu shalat sunnat yang disunnahkan untuk dikerjakan bila ingin dimudahkan dalam urusan rezeki, yaitu shalat Dhuha. Banyak pembahasan yang telah dilakukan oleh ulama-ulama terkait pentingnya shalat Dhuha ini dalam hal rezeki.

Allah SWT berfirman: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” (QS. Ad-Dhuha[93]:8)

Salah satu ayat dalam surat Ad-Dhuha di atas yang menjadi bacaan ketika shalat Dhuha menunjukkan bahwa Allah SWT lah yang memberikan kita kecukupan pada saat-saat kita kekurangan. Karena itu, kita pun meminta pertolongan kepada-Nya dalam masalah rezeki, kalau bukan kepada Allah SWT. Maka kepada siapa kita meminta pertolongan. Salah satu cara terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT adalah dengan shalat. Dan shalat yang diajarkan untuk meminta pertolongan urusan rezeki adalah shalat dhuha.
Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Di saat kita mengalami kesusahan dalam hal rezeki kita bersabar karena pasti pertolongan akan datang kepada kita, shalat menjadi pendorong cepat datangnya bantuan pertolongan itu karena shalat juga berarti doa. Perintah tersebut terdapat dalam firman Allah SWT.: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]:153)

Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha merupakan ibadah yang penting setelah ibadah wajib bagi umat muslim. Bukan hanya karena shalat Dhuha ada kaitannya dengan rezeki seseorang, tetapi shalat Dhuha memiliki berbagai keutamaan dan sebagai bentuk kecintaan serta penghambaan diri kepada Allah SWT di antara keutamaan-keutamaan shalat Dhuha adalah:

a.   Sebagai bentuk sedekahnya tubuh.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasanya dari Abi Dzar, dari Rasulullah Saw bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” (HR.Muslim, Abu Dawud, dan riwayat Bukhari dari Abi Hurairah).

b. Akan dibangunkan istana di surga oleh Allah SWT bagi yang mengerjakannya.
Janji Allah SWT tersebut terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw.: “Dari Anas bin Malik Ra. Bahwasanya Rasulullah Saw berdsabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat maka Allah SWT akan membangunkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).


c.   Mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran.
Salah satu keutamaan shalat Dhuha yang diketahui oleh banyak orang adalah shalat Dhuha erat kaitannya dengan masalah rezeki. Orang yang gemar dan rajin menjalankannya akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT dalam urusan rezekinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran. Dan, tidak akan ada yang memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).


d.   Shalat Dhuha merupakan ibadah yang diwasyiatkan Rasulullah Saw.
Sebagaimana hadis yang berisi wasiat Rasulullah Saw kepada Abi Hurairah Ra: “Dari Abi Hurairah Ra, beliau berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR.Bukhari dan Muslim).

e.   Mendapat jaminan terpenuhinya kebutuhan di sore hari.
Orang yang gemar melakukan shalat Dhuha di pagi harinya maka Allah SWT akan menjamin baginya terpenuhi kebutuhannya hingga sore hari, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw; “Dari Uqbah bin Amir al-Jubani Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, laksanakan untuk-Ku empat rakaat sebelum siang, Aku akan penuhi kebutuhanmu dengan shalat tersebut di akhir harimu.” (HR. Ahmad).

f.    Orang yang mengerjakan shalat Dhuha bagaikan orang yang mendapat banyak harta rampasan perang.
“Dari Abi Hurairah Ra, beliau berkata: Rasulullah Saw mengutus sekelompok utusan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan cepat pulang. Kemudian ada yang berkata: Wahai Rasulullah Saw kami tidak pernah melihat kelompok yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ganimah dibandingkan utusan ini. Kemudian beliau menjawab; ‘Maukah aku kabarkan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu seseorang berwudhu di rumahnya dan menyempurnakan wudunya kemudian pergi ke masjid dan melakukan shalat Subuh kemudian diakhiri dengan shalat Dhuha. Maka orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya.” (HR. abu Ya’la dan Ibnu Hibban).

g.   Mendapat pahala seperti orang umrah.
Orang yang membiasakan diri mengerjakan shlat Dhuha akan mendapat balasan dari Allah SWT berupa pahala sebagaimana pahlanya orang yang berumrah. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Saw: “Dari Abu Umamah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk shalat berjamaah dalam keadaan telah bersuci, maka pahalanya seperti pahala jamaah haji yang sedang ihram. Dan barang siapa yang beranjak untuk melakukan shalat Dhuha, tidak ada yang menyebabkan dia keluar (dari rumahnya) kecuali untuk shalat Dhuha, maka pahalanya seperti pahala orang yang umrah. Dan sholat setelah melaksanakan shalat yang di antara kedua shalat tersebut tidak membicarakan masalah dunia adalah amalan yang dicatat illiyyin (tempat catatan amal kebaikan). (HR. Abu Daud).

h.   Shalat dhuha merupakan shalatnya para awwabin.
Awwabin merupakan sebutan bagi orang yang kembali, artinya mereka suka kembali kepada Allah SWT. Mereka kembali kepada Allah SWT melalui shalat, taubat, ibadah, ikhlas, dan meninggalkan hawa nafsu. Shalat Dhuha merupakan shalat yang biasa dikerjakan oleh para awwabin ini.
“Dari Abi Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersbda; “Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali para awwabiin’. Beliau berkata: ‘Shalat Dhuha adalah shalatnya para awwabiin.” (HR. ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).


i.     Mendapat kemuliaan masuk surga melalui pintu Dhuha.
Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan; “Sesungguhnya di dalam surge ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah SWT.), di manakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas-Ku dengan sembahyang Dhuha? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam surge dengan rahmat Allah SWT.” (HR. Thabrani dan Abu Hurairah).




Sabtu, 02 Juli 2016

Hijrah like Big Move On Side by Side (Hijab Syar'i)


Assalamualaikum
Bismillahirrahmanirrahim
tumblr_mcpsazlch01rx90ed
Ukhti2 yang cantik, tidakkah kita perhatikan pada akhir zaman ini sudah banyak yang menggunakan hijab? Dari kalangan anak kecil sampai orang tua semua tahu tentang hijab, namun apakah motif kita dalam menggunakan hijab tersebut? Ingin syar’i tapi tetap modern? Ingin syar’i tapi tetap cantik? Atau bahkan, dengan menggunakan hijab jadi tambah cantik?
Namun itu semua hanyalah syubhat saja ukhti, tulisan ini akan menepis segala syubhat mengenai mode dalam berhijab.
Sebagian muslimah yang tidak berhijab mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya?
Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan. Sebelum membantah syubhat ini, perlu mengetengahkan enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab.
Pertama, ia berhijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.

Kedua, ia berhijab untuk bisa mendapat jodoh. Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syariat agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.

Ketiga, ia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal, ia sebenarnya suka melanggar syariat Allah. Dengan berhijab, maka keluarganya akan percaya terhadap keshalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas keluar rumah kapan dan kemana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.

Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan “hijab ala Prancis”. Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagai macam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilewatinya. Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab. Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentino, Saint Lauren dan merek nama orang-orang kafir yang dimurkai Allah lainnya.

Kelima, ia berhijab karena paksaan dari kedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena keluarganya semua berhijab sehingga ia terpaksa menggunakannya padahal dalam hatinya ia tidak suka. Jika tidak mengenakannya, ia takut akan mendapatkan teguran dan hardikan dari keluarganya.

Keenam, ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan-aturan syariat. Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya. Ia berhijab hanya karena mengaharap ridha Allah, tidak karena makhluk.

Wanita berhijab jenis KEENAM, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan berhijab, di antaranya:
  1. Hijab itu longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh (tubuh bukan hanya kepala).
  2. Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.
  3. Tidak memakai wangi-wangian.
  4. Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir sehingga muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.
  5. Tidak memilih warna kain yang kontras (menyala) sehingga menjadi pusat perhatian orang.
  6. Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
  7. Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki sehingga bab hal ini dilarang oleh syara’.
  8. Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang oleh agama.
(Kitab Hijab al-Mar’ah al-Muslimah fi al-Kitab wa as-Sunnah, karya al-Albani dan kitab Ila Kulli Fatatin Tu’minu Billah, karya al-Buthi).

Selain berhijab yang disebutkan terakhir, maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam berhijab. Berhijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syariat sehingga kita termasuk dalam golongan wanita yang berhijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murka-Nya.

wpid-img_20150228_232442.jpg
wpid-img_20150228_232846.jpgBYOcEErCcAAsdTA
Nah, bagi ukhti yang masih ngerasa belom siap tapi ingin coba ikuti langkah ini hehehe insya Allah membantu.
  • Begitu ada keinginan untuk mulai berhijab syar'i, langsung mulai. Jangan dipikir nanti begini, tapi begitu. karena gak akan ada habisnya. Biasakan saja diri kita dengan hijab panjang, lama-lama kita akan menemukan kenyamanannya.
  • Kalau kalian aktif di social media, cobalah lebih banyak follow akun-akun yang menginspirasi untuk berhijab syar'i atau follow sosok-sosok inspiratif yang berhijab syar'i. Karena tidak dipungkiri kalau kita banyak follow akun yang memperlihatkan hijab style yang masa kini dan keren, kita juga ingin seperti itu. Yaa kalau sudah begitu, harus diingat balik lagi tujuan berhijab kita apa, untuk terlihat keren dimata manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta'ala :)
  • Jangan beralasan untuk berhijab syar'i itu mahal karena harus beli baju baru atau harga baju syar'i set yang mahal-mahal. Ukhti bisa kok pakai yang ada. Atau kalau aku sendiri buat sendiri, beli kain yang tebel enak terus dijahit sendiri, kalo memang tidak bisaa yaa bisa lah pake 2 potong( baju + rok panjang) tpi inget harus yg longgar hehehe :) begitu juga dgn khimar atau bergo nya
  • Coba lebih banyak membaca buku ataupun tulisan yang bikin kita jleb jleb jleb. Banyak yang beralasan, kalau kita sudah tahu ilmunya tapi tidak dipraktekkan kan kita berdosa. Jadi lebih baik tidak baca, jadi tidak tahu, dan tidak berdosa. Padahal ini juga salah. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk terus menuntut ilmu Agama.
Semoga ukhti2 yang sudah berhijab syar'i semakin istiqomah dan tetep memperbaiki diri, krn hijrah kita belom stop sampe disini, berhijrah itu sampe nanti kita dipanggil oleh Allah SWT hehehe, yaa ana tau klo berhijrah itu butuh proses tapi klo proses itu tidak dimulai dri skrg kapan lagi? mulailah dgn niat yang tulus lillaahi ta'alaa :) itu udah sebuah langkah awal yang baik

source :
https://muslimah.or.id/7631-jilbabku-syari-ataukah-modis.html
tips dari kak fikaaa : http://www.mrsdelonika.com/2015/06/cerita-dan-tips-hijrah-ke-hijab-syari.html

Sabtu, 25 Juni 2016

Dzikir as Our Wealth

Saat tiba pagi dan sore hari, yuk baca:
100 shalawat
dzikir01
100 tasbih subhaanawlloohi wabihamdih
dzikir02
 100 astaghfiruwllooh. Baca dengan penuh cinta, santai, dan dinikmati.
dzikir03
Baca juga hasbiyawlloohu laa-ilaaha illaa huu. ‘alaihi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘adzhiim. Ini adalah bagian dari dua ayat terakhir dari Q.S. At Taubah. Baca aja keduanya sebanyak 7 kali, ya.
at taubah 128
at taubah 129
  Kemudian baca Al Ikhlaash, Al Falaq, An Naas masing-masing sebanyak 3 kali.
qulhualfalaq annas
Ulangi dzikir ini dua kali sehari: pagi dan sore.

InsyaAllah dengan membiasakan membaca zikir, semoga hidup menjadi semakin enteng. Buat yang rajin baca, ia bagaikan sedang mengumpulkan kekayaan, meniti jalan kemenangan, kesuksesan, kejayaan, dan kemuliaan. Aamiin :D

Kamis, 23 Juni 2016

The secret of Giving (Special Ramadhan)

Rahasia Infaq Di Bulan Ramadhan

Mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih meningkatkan kedemawanan di bulan Ramadlan secara khusus? Al Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan banyak faidah mengapa demikian.

sedekah-ajib

Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadlan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR Al Bukhari).
Hadits tersebut memberikan faidah kepada kita bahwa kedermawanan hendaknya lebih di tingkatkan lagi di bulan Ramadlan. Mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih meningkatkan kedemawanan di bulan Ramadlan secara khusus? Al Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan banyak faidah mengapa demikian.
Beliau berkata, “Meningkatnya kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Ramadlan secara khusus memberikan faidah yang banyak, diantaranya:
Pertama: Bertepatan dengan waktu yang mulia dimana amalan dilipatkan gandakan pahalanya bila bertepatan dengan waktu yang mulia.
Kedua: Membantu orang-orang yang berpuasa, sholat malam, dan berdzikir dalam ketaatan mereka, sehingga orang yang membantu itu mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang dibantu. Sebagaimana orang yang memberikan persiapan perang kepada orang lain mendapat pahala seperti orang yang berperang.
Ketiga: Allah amat dermawan kepada hamba-hamabNya di bulan Ramadlan dengan memberikan kepada mereka rahmat, ampunan dan kemerdekaan dari api Neraka, terutama di malam lailatul qodar. Allah merahmati hamba-hambaNya yang kasih sayang, sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
إِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
Sesungguhnya Allah hanyalah menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang” (HR Bukhari dan Muslim).
Barang siapa yang dermawan kepada hamba-hamba Allah, maka Allahpun akan dermawan kepadanya dengan karuniaNya, dan balasan itu sesuai dengan jenis amalan.
Keempat: Menggabungkan puasa dan sedekah adalah sebab yang memasukkan ke dalam surga, sebagaimana dalam hadits Ali Radliyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَام
Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya, dan dalamnya terlihat dari luarnya.” Seorang arab badui berdiri dan berkata, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Untuk orang yang membaguskan perkatannya, memberi makan, senantiasa berpuasa, dan shalat malam karena Allah sementara manusia sedang terlelap tidur” (HR At Tirmidzi).
Amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits ini semuanya ada dalam bulan Ramadlan, maka terkumpul pada seorang mukmin puasa, qiyamullail, shodaqoh, dan berbicara baik karena orang yang sedaang berpuasa dilarang melakukan perbuatan sia-sia dan kotor.
Kelima: Menggabungkan antara puasa dan sedekah lebih memberikan kekuatan yang lebih untuk menghapus dosa dan menjauhi api Neraka, terlebih bila ditambah sholat malam. Dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa puasa adalah perisai. Beliau juga mengabarkan bahwa shodaqoh itu dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api.
Keenam: Orang yang berpuasa tentunya tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan, maka shodaqoh dapat menutupi kekurangan dan kesalahan tersebut, oleh karena itu diwajibkan zakat fithr di akhir Ramadlan sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata yang kotor.
Faidah lainnya adalah yang disebutkan oleh Imam Asy Syafi’i, beliau berkata, “Aku suka bila seseorang meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadlan karena mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, juga karena kebutuhan manusia kepada perkara yang memperbaiki kemashlatan mereka, dan karena banyak manusia yang disibukkan dengan berpuasa dari mencari nafkah”.

Selasa, 14 Juni 2016

The Proof of Giving

 Assalamualaikum guyss ;D ;D

Nah kali ini aku mau share pengalaman seseorang yg diceritain Ustadz Yusuf Mansur, yaa mesti udah banyak yg tau mungkin dan ga perlu aku share, cuman ini cerita bener2 cerita yg mnrtku hebat bgt, lbh hebat dri ceritaku, ya laahhh
Kisah nyata yang diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI. Dengan gaya khas beliau bercerita :
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi ‘Pengusaha Tambang’. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.
  • Tahajud oke
  • Dzikir oke
  • Wirit oke
  • Sedekah pun oke juga…
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ‘Ahli Tambang’. Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk tes anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga. Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari ‘Pertambangan & Metalurgi’ sebab udah jadi cita-citanya dari dulu. Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN. Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.
Mandiri ITB pun gak lolos. Si bapak bingung “kok Allah gak ngabulin impiannya sih?” Dia kepengen anaknya jadi ‘Ahli Tambang’ biar punya manfaat buat umat di kemudian hari. Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini dan itu pasti perlu banyak biaya. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. Ga jadi tukang tambang tapi ‘Jadi Supir Pribadi’. Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya. Si anak Tawakkal kepada Allah. Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi ‘Supir Bos Besi’ di Surabaya. Tiap hari ini anak anterin bos-nya ke tempat-tempat pengumpul ‘Besi Bekas’ di daerah Jawa. Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien. Si Bos ngajarin ini anak :
» gimana memilih besi yang Bagus,
» dimana beli besi bagus,
» dan kemana harus dijual.
Singkat cerita…
2 tahun sudah ini anak kerja jadi ‘Supir si Boss Besi’. Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya: “Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”. 
Hati anak ini bergetar. Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. Ia sekarang jadi ‘Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah. Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yang kemarin gak lolos ‘Udah Jadi Pengusaha’.
Lucunya. Ketika si anak ini meng-interview calon karyawannya lalu melihat CV, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yang seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati: “ehmmm saingan gue dulu nih.”. 
Yang lolos masih jadi karyawan tapi yang ga lolos malah jadi bos. Herankan? Ga usah heran! Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu. Ente bisa punya mimpi jadi dokter. Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
‘Kegagalan’
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yang telah Allah rencanakan. Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang. Alhamdulillah. Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI. Yang waktu itu lolos? Belum tentu.
Yuk terus doakan anak-anak kita. Semoga memotivasi kita semua. Semangat menginspirasi!” Insya Allah jika semua yang kita kehendaki  terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN. Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN. Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN
Tetap Semangat. Tetap Sabar. Tetap Tersenyum. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN. ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN.” Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA


Wihhh cool kan ceritanya, hmmm jgn cuma bilang cool aja, tpi berpikir, renungkan, bgmn diri ini skrg, apakah kita bisa seperti bapak itu? hmmm mesti masih berpikir 2x lagi hihi, tpi inilah bukti kekuasaan Allah, bukti kalau Allah dah janji mesti ditepati, dan buktinyaa udah ada tuh,.....
Semoga cerita kali ini bermanfaat yaa guys

Wassalamualaikum :)