Sabtu, 02 Juli 2016

Hijrah like Big Move On Side by Side (Hijab Syar'i)


Assalamualaikum
Bismillahirrahmanirrahim
tumblr_mcpsazlch01rx90ed
Ukhti2 yang cantik, tidakkah kita perhatikan pada akhir zaman ini sudah banyak yang menggunakan hijab? Dari kalangan anak kecil sampai orang tua semua tahu tentang hijab, namun apakah motif kita dalam menggunakan hijab tersebut? Ingin syar’i tapi tetap modern? Ingin syar’i tapi tetap cantik? Atau bahkan, dengan menggunakan hijab jadi tambah cantik?
Namun itu semua hanyalah syubhat saja ukhti, tulisan ini akan menepis segala syubhat mengenai mode dalam berhijab.
Sebagian muslimah yang tidak berhijab mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya?
Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan. Sebelum membantah syubhat ini, perlu mengetengahkan enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab.
Pertama, ia berhijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.

Kedua, ia berhijab untuk bisa mendapat jodoh. Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syariat agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.

Ketiga, ia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal, ia sebenarnya suka melanggar syariat Allah. Dengan berhijab, maka keluarganya akan percaya terhadap keshalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas keluar rumah kapan dan kemana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.

Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan “hijab ala Prancis”. Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagai macam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilewatinya. Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab. Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentino, Saint Lauren dan merek nama orang-orang kafir yang dimurkai Allah lainnya.

Kelima, ia berhijab karena paksaan dari kedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena keluarganya semua berhijab sehingga ia terpaksa menggunakannya padahal dalam hatinya ia tidak suka. Jika tidak mengenakannya, ia takut akan mendapatkan teguran dan hardikan dari keluarganya.

Keenam, ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan-aturan syariat. Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya. Ia berhijab hanya karena mengaharap ridha Allah, tidak karena makhluk.

Wanita berhijab jenis KEENAM, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan berhijab, di antaranya:
  1. Hijab itu longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh (tubuh bukan hanya kepala).
  2. Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.
  3. Tidak memakai wangi-wangian.
  4. Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir sehingga muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.
  5. Tidak memilih warna kain yang kontras (menyala) sehingga menjadi pusat perhatian orang.
  6. Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
  7. Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki sehingga bab hal ini dilarang oleh syara’.
  8. Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang oleh agama.
(Kitab Hijab al-Mar’ah al-Muslimah fi al-Kitab wa as-Sunnah, karya al-Albani dan kitab Ila Kulli Fatatin Tu’minu Billah, karya al-Buthi).

Selain berhijab yang disebutkan terakhir, maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam berhijab. Berhijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syariat sehingga kita termasuk dalam golongan wanita yang berhijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murka-Nya.

wpid-img_20150228_232442.jpg
wpid-img_20150228_232846.jpgBYOcEErCcAAsdTA
Nah, bagi ukhti yang masih ngerasa belom siap tapi ingin coba ikuti langkah ini hehehe insya Allah membantu.
  • Begitu ada keinginan untuk mulai berhijab syar'i, langsung mulai. Jangan dipikir nanti begini, tapi begitu. karena gak akan ada habisnya. Biasakan saja diri kita dengan hijab panjang, lama-lama kita akan menemukan kenyamanannya.
  • Kalau kalian aktif di social media, cobalah lebih banyak follow akun-akun yang menginspirasi untuk berhijab syar'i atau follow sosok-sosok inspiratif yang berhijab syar'i. Karena tidak dipungkiri kalau kita banyak follow akun yang memperlihatkan hijab style yang masa kini dan keren, kita juga ingin seperti itu. Yaa kalau sudah begitu, harus diingat balik lagi tujuan berhijab kita apa, untuk terlihat keren dimata manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta'ala :)
  • Jangan beralasan untuk berhijab syar'i itu mahal karena harus beli baju baru atau harga baju syar'i set yang mahal-mahal. Ukhti bisa kok pakai yang ada. Atau kalau aku sendiri buat sendiri, beli kain yang tebel enak terus dijahit sendiri, kalo memang tidak bisaa yaa bisa lah pake 2 potong( baju + rok panjang) tpi inget harus yg longgar hehehe :) begitu juga dgn khimar atau bergo nya
  • Coba lebih banyak membaca buku ataupun tulisan yang bikin kita jleb jleb jleb. Banyak yang beralasan, kalau kita sudah tahu ilmunya tapi tidak dipraktekkan kan kita berdosa. Jadi lebih baik tidak baca, jadi tidak tahu, dan tidak berdosa. Padahal ini juga salah. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk terus menuntut ilmu Agama.
Semoga ukhti2 yang sudah berhijab syar'i semakin istiqomah dan tetep memperbaiki diri, krn hijrah kita belom stop sampe disini, berhijrah itu sampe nanti kita dipanggil oleh Allah SWT hehehe, yaa ana tau klo berhijrah itu butuh proses tapi klo proses itu tidak dimulai dri skrg kapan lagi? mulailah dgn niat yang tulus lillaahi ta'alaa :) itu udah sebuah langkah awal yang baik

source :
https://muslimah.or.id/7631-jilbabku-syari-ataukah-modis.html
tips dari kak fikaaa : http://www.mrsdelonika.com/2015/06/cerita-dan-tips-hijrah-ke-hijab-syari.html